Souvenir : Mug Enamel

Standard

Selamat siang, kali ini aku akan bikin postingan yang spesifik membahas salah satu item penting dalam acara pernikahan, yaitu souvenir. Terkadang calon pengantin suka bingung mau ngasih souvenir apa untuk para tamu. Kalau jalan ke pasar-pasar besar, biasanya jenis pilihan souvenirnya hanya itu-itu saja, padahal kita ingin sesuatu yang baru. Ga mau dong samaan dengan souvenir teman atau keluarga yang baru menikah beberapa bulan yang lalu?

Seringkali pilihan yang tersedia di pusat penjualan souvenir adalah kipas, handuk, tempat tisu atau dompet kecil. Rasanya bosan juga ya. Nah berdasarkan hasil penelusuranku di jejaring sosial media, kayaknya ada satu souvenir yang lagi happening nih guys.. namanya mug enamel! Jeng.. jeng…

Beragam peralatan dapur yang berlapis enamel tentu sering digunakan jaman kakek-nenek kita dulu, mulai dari piring, cangkir, teko dan tempat nasi. Bahkan mungkin kalau kita bongkar dapur nenek masih ketemu tuh perabot enamelnya.. Kini perabot enamel kembali menjadi tren, tentunya dengan motif dan warna yang jauh lebih menarik. Selain digunakan di restoran, kini perabot enamel banyak digunakan sebagai bingkisan atau souvenir acara pernikahan..

Keunggulan dari perabot enamel adalah tahan lama, ringan, mudah merawatnya dan aman untuk makanan. Tapi musuh utama dari bahan enamel adalah karat. Karat ini bisa muncul kalau lapisan enamel terkelupas akibat jatuh atau tergores. Jadi diusahakan jangan sampai jatuh atau terbentur ya. Begitupun setelah dicuci, keringkan perabot hingga kering benar agar sisa airnya tidak menimbulkan karat.

Yang paling favorit dijadikan souvenir adalah mug enamel. Calon pengantin bisa mencetak gambar ataupun tulisan di bagian badan mug.. Yang jelas mug ini bisa dipakai untuk minum beneran. Lucu, bisa bernostalgia dan bermanfaat. Harga jualnya bervariasi tergantung ukuran, desain motif dan kemasan souvenirnya. Kemasannya bisa berupa plastik bening, besek ataupun kain jaring. Kalau dilihat dari harganya, lumayan variatif mulai dari 8.000 – puluhan ribu. Pesan banyak tentu lebih murah, guys.

Gambar-gambar berikut dicomot dari lapak jualan orang, aku ga jualan kok, malah bantu promosiin. Hehehehe..

enamel 6

enamel 5

enamel 8

enamel 3

enamel 1

enamel 2

enamel 4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sanggul Modern nan Simple

Standard

Kali ini aku akan menceritakan jenis hairdo yang akhir-akhir ini kupilih dalam beberapa acara besar. Sejujurnya aku pun tak tahu nama model rambut ini, tapi aku selalu menunjukkan foto-fotonya kepada tukang salonnya, dan syukurlah mereka paham.

Hairdo ini menggunakan rambut sendiri, dimana bagian bawah rambut di-curly lalu bagian depan dan atas ditata sedemikian rupa. Tak perlu sasak tinggi, poni dibuat model samping, jatuh alami. Bagian bawah rambut yang tadi di-curly akan digulung-gulung dan dijepit dengan bobby pin. Simpel.

prom2prom4prom1prom5prom3

 

Off-shoulder Kebaya

Standard

Hi, lama tak bersua. Sebenarnya rindu juga sih menulis untuk melepaskan penat.

Kali ini aku mau memuat beberapa foto tentang model kebaya yang lagi happening banget nih, yaitu model kebaya yang bahunya terlihat. Bahu terlihat bisa 2 versi nih, beneran terbuka dalam arti telanjang atau terkesan telanjang padahal ada bahan tile transparan yang melapisi bahunya. Banyak juga yang menyebutnya kebaya sabrina.

Foto-foto yang akan kuunggah ini kupilih secara random dari internet, sesuai seleraku. Aku sendiri belum punya kebaya model seperti ini karena : 1) belum pede pake yang terbuka (takut jadi omongan orang-orang hahahaha.. kasian suami nanti), 2) badanku makin lama makin gemuk deh kayaknya, jadi males jaitin kebaya dulu.

So, here they are..

offs1offs2offs3offs4

offs5

offs6

offs7

offs11

offs10

offs9

offs8

kebaya dan belt,,

Standard

Nah hobi untuk melihat-lihat model kebaya di instagram belum memudar. Kalau aku punya bahan kebaya dan ingin menjahitkan, pasti aku mulai serius memadu-madankan model-model kebaya sesuai keinginanku. Sejujurnya untuk Kota Medan aku belum benar-benar menemukan tukang jahit yang bagus sekaligus murah. Aku beberapa kali menjahitkan di Pasar Petisah lantai 2, karena disana banyak penjahit berkumpul seperti halnya Pasar Sunan Giri Jakarta. Kita tinggal memilih penjahit mana, mungkin jumlahnya ada puluhan.

Beberapa waktu terakhir ini, aku suka melihat model kebaya dengan belt atau ikat pinggang. Model ini memang relatif lebih pantas dikenakan oleh perempuan muda bila dibandingkan dengan orang tua. Kemudian bagian bawahnya dibuat sedikit berkerut atau rampel. Model ini terlihat cantik bagiku. Satu lagi yang menarik perhatianku adalah penggunaan tile kosong di bagian punggung, dengan kain yang dibentuk V rendah, plus kancing yang berjejer dari atas ke bawah. Tapi punggungnya juga harus bersih yaa.. hahahaha.. biar makin cantik. Mungkin sulit menjelaskannya karena aku tak paham istilah-istilah dalam dunia perkebayaan. Aku akan posting beberapa contoh kebaya yang kumaksud. Tentu saja masih mengambil dari akun instagram kebaya favoritku @verakebaya.

 

belt1

belt2

belt3

belt4

belt5

belt6

belt7

belt8

belt9

belt10

belt11

belt12

belt13

kebaya dan instagram,,

Standard

Kisah tentang bulan madu kusudahi saja,,

Kehidupan terus berjalan,, kini aku menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga,, walau sempat menjalani pernikahan jarak jauh antara bekasi-medan selama 8 bulan, akhirnya aku resmi hijrah ke medan per 1 agustus 2013,,

aku punya kebiasaan baru sekarang, karena masih banyak waktu luang, yaitu buka-buka instagram untuk lihat baju, tas, atau sepatu yang bagus-bagus,, nah berhubung sekarang sudah jadi emak-emak batak, punya koleksi kebaya nampaknya menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan,,

akun instagram favoritku soal kebaya adalah @verakebaya,, model kebayanya bagus,, aku masukkan beberapa contoh ya,, bisa jadi inspirasi bagi yang sedang hunting model kebaya,,

kebaya4

kebaya1

kebaya2

kebaya3

kebaya5

kebaya6

kebaya7

kebaya9

kebaya8

kebaya10

kebaya12

kebaya13

kebaya14

kebaya15

kebaya16

kebaya17

kebaya18

kebaya19

kebaya20

kebaya21

kebaya22

kebaya23

kebaya24

kebaya25kebaya26

kebaya27

kebaya28

kebaya29

kebaya30

kebaya31

kebaya32

kebaya33

kebaya34

negeri gajah putih (part 2)

Standard

perjalanan bulan madu kami masih berlanjut,, sebenarnya aku sempat melakukan riset kecil-kecilan sebelum berangkat,, untuk tahu tempat-tempat mana saja yang layak kami kunjungi,, tapi kami berdua pun cukup spontan dan bisa memutuskan seketika apa yang kami mau,, rencana pun berantakan,,

karena cukup letih pada hari pertama, kami bangun agak siang,, yah namanya juga pengantin baru,, ya gak? hahaha,, menjelang siang kami memutuskan untuk berangkat ke Pattaya,, saat itu kami hanya tahu Pattaya terkenal akan pantainya,, namun karena banyak travel perjalanan yang membuat tur bulan madu Bangkok-Pattaya maka kami pun penasaran melihat Pattaya,, seperti biasa kami mengadalkan resepsionis hotel untuk menunjukkan arah dan kendaraan untuk kami,,

ternyata untuk sampai ke Pattaya kami harus naik bus,, kami menuju terminal Ekkamai dengan menggunakan taxi,, kami pun membeli tiket bus AC Bangkok-Pattaya seharga 113 baht per orang,, perjalanannya kira-kira memakan waktu 2 jam lewat jalan tol,,

edit15

kami pun sampai di terminal Pattaya,, dengan muka kebingungan, kami celingak celinguk ga tau mau kemana,, hebatnya di sana sudah ada beberapa petugas pariwisata yang bersiap memberikan pencerahan pada turis-turis dablek macam kami,, mereka mengarahkan kami pada sebuah pusat informasi dan di sana kami dilayani dengan sangat baik,, mereka bertanya kami mau kemana saja,, dengan polos kami mengaku belum punya rencana,, sekali lagi mereka memang dewa penolong, karena waktu kami sudah kesiangan mereka pun memberikan alternatif pilihan,, yang jelas kami harus ke pantai,, di sepanjang pantai juga akan ada makanan dan oleh-oleh bila ingin membeli,, setelah itu kami ditawari pertunjukan paling terkenal di Pattaya yaitu jelas ladyboy show,, ya aku memang sering dengar bencong-bencong Thailand memang cantik-cantik dan aku tak sabar untuk melihatnya secara langsung,, ada 2 jenis pertunjukkan : Alcazar Show dan Tiffany’s Show,, karena kehabisan tiket Alcazar kami pun akhirnya memesan tiket Tiffany’s Show,, memang lebih mahal, tapi katanya ini bencong-bencong kelas wahid,, jadi tiket pertunjukkannya pun lebih mahal,, enaknya semua tiket bisa kami pesan di pusat informasi tersebut,,

kami pun naik mini bus menuju pantai berbekal peta daerah wisata Pattaya,,

pantainya hampir mirip dengan Kuta bali,, namun suasananya jauh lebih padat,, tenda-tenda untuk duduk berjemur saja disusun sangat rapat,, bahkan sudah sangat dekat dengan air,, bagiku cukup susah menikmatinya kalau sepadat itu,,  kebetulan juga saat itu ada semacam pawai budaya anak-anak, sehingga menambah meriah sekaligus ramainya pantai,,

edit17

edit19

edit16

edit18

setelah menikmati pantai dan makanan sore,, kami berjalan kaki menuju lokasi pertunjukkan Tiffany’s Show,, dengan berbekal peta kami yakin gang manapun yang kami masuki akan menuju pada jalan besar yang sama,, tapi sialnya kami salah memilih gang,, kami malah masuk ke gang yang kanan kirinya adalah kafe-pub-spa dan sejenisnya,, di depan setiap kafe-pub dan spa tersebut ada wanita-wanita berbusana minimalis,, sekitar 2-3 orang setiap tempat,, sambil duduk,, ngobrol,, merokok,, bila ada pejalan kaki yang lewat di sana pasti akan dipanggil untuk mampir,, sampai di tengah gang, perasaan kami makin tidak karuan,, akhirnya aku dan suamiku balik kanan kembali di awal gang dan memilih gang lain yang lebih bersahabat,,

sampailah kami di lokasi pertunjukkan Tiffany’s Show,, kami mendapat kursi di balkon,, sebelum masuk kami disuguhi minuman soda sebagai welcoming drink,, tentu saja pelayannya juga ladyboy namun dalam versi yag kejantanannya lebih terlihat,, setiap kali kita ingin berfoto dengan mereka, harus siapkan uang tip ya,,

akhirnya pertunjukkan pun di mulai,, bintang-bintang utama tampil dengan sangat cantik,, mereka menari dan menyanyi secara lipsync,, pertunjukan dibagi menjadi beberapa babak,, masing-masing babak membawa ciri khas suatu negara,, misalnya tarian india, tarian perancis, tarian cina,, ladyboy yang paling cantik akan muncul sebagai penari utama diiringi oleh penari-penari lain yang parasnya mungkin lebih jantan,, uhuk! selama acara tidak diijinkan mengambil foto,,

namun aku tetap bandel,,

IMG_8411

IMG_8414

IMG_8422

edit21

edit20

pertunjukan berlangsung kira-kira 90 menit,, setelah pertunjukkan akan ada waktu sekitar 15 menit bagi para penari untuk berdiri di luar gedung dan memberi kesempatan pada siapapun yang ingin berfoto dengan mereka,, tapi sekali lagi,, siapkan uang tip yang banyak,, semakin cantik sang bintang utama, maka tip 100 atau 200 baht saja tak akan cukup,, mereka pun akan tidak malu-malu meminta tambahan tip kepada para pengunjung,, setelah waktu 15 menit habis, mereka cepat-cepat masuk ke dalam lagi,,

edit22

edit23

edit24usai pertunjukkan, kami pun menyempatkan diri makan malam lalu kembali ke terminal bus untuk menaiki bus terakhir menuju Bangkok,, hari kedua selesai,, melelahkan namun menyenangkan,,

negeri gajah putih (part 1)

Standard

wow postingan ini sangat terlambat,, berkali-kali ingin memulai menulis tapi tak pernah jadi,, aku ingin melanjutkan kisah di blog ini,, kalau kemarin sudah kuceritakan suasana hari H pernikahanku, sekarang berlanjut cerita kami selama 4 malam di Bangkok,,

kami berangkat 3 hari setelah pernikahanku,, naik maskapai Air Asia,, lama tempuh perjalanan dari Bandara Polonia menuju Bandara Don Mueang kira-kira hanya 2 jam,, lebih cepat daripada menuju Jakarta,, harga tiketnya pun lebih murah,, kami tiba malam hari di Bangkok,, pemandangan dari atas pesawat ketika akan mendarat adalah hamparan lampu-lampu kota Bangkok,, nampaknya Bangkok hampir sama padatnya dengan Jakarta,,

kami naik taxi bandara dengan tarif yang sudah ditentukan menuju hotel,, supir-supir taxinya nampaknya sudah biasa menghadapi orang asing, kami bercakap-cakap dengan bahasa inggris seadanya, asal paham,, aku sudah menyiapkan kertas bertuliskan nama hotel dan alamatnya agar si supir bisa membaca sendiri,,

kami menginap di daerah Sukhumvit,, nama hotelnya Loft 77,, kalau dirupiahkan waktu itu tarifnya hanya sekitar 300 ribu semalam,, modelnya hotel butik sekelas Amaris kalau di Indonesia,, kami memesannya lewat situs booking.com dan baru membayar tunai setelah check in,, kamarnya lumayan luas dan modern,, bersih,, pegawainya ramah,,

pagi pertama kami bersiap untuk menikmati kota Bangkok,, aku memang ingin menikmati situs-situs candi dan merasakan semua jenis kendaraan di kota ini,, setelah sarapan kami menanyakan rute jalan dan kendaraan serta ongkos kepada pihak hotel,, kami naik sejenis oplet yang disebut minibus oleh warga Bangkok,, ongkosnya 7 baht,, saat itu 1 baht dikurs dengan harga 320 rupiah,, kami menuju stasiun skytrain atau disebut BTS,,

skaytrainnya luar biasaaaa,, pagi itu rasanya semua pekerja bergerak dengan cepat keluar masuk skytrain,, tak perlu lama menunggu satu kereta dan kereta lain,, selisihnya mungkin hanya 1-2 menit saja,, dan selalu nyaris penuh,, hal ini menandakan skytrain sudah sukses menjadi alat transportasi massal bagi kota Bangkok,, terbayang bila tak ada skytrain maka akan semacet apa kota ini,, tiketnya pun sudah menggunakan kartu elektronik yang dicetak sesuai jurusan yang kita inginkan,, perjalanan kereta ini sangat cepat,, wuuuuuussss,,

edit3

edit2

edit4

kami pun turun di sebuah stasiun, kami bertanya pada seseorang di depan 711 bagaimana cara menuju ke Grand Palace,, orang tersebut mengatakan sebaiknya kami mengikuti tur air saja,, nantinya akan dibawa ke sejumlah tempat termasuk Grand Palace,, kami setuju dan pria tersebut memanggilkan tuktuk serta menawarnya untuk kami,, tuktuk adalah sejenis becak motor di Bangkok,, ongkosnya harus ditawar, bisa berkisar mulai 5 baht sampai 25 baht bila agak jauh,,

edit5

bergaya dengan mamang tuktuk,,

perjalanan dengan perahu ini memang cukup mahal, namun karena mengunjungi beberapa tempat, kami rasa layak,, dengan perahu kecil dan hanya kami berdua saja, kami menyusuri sungai Chao Phraya, sungai dengan panjang 372 km yang membelah kota Bangkok,, perhentian pertama kami adalah Wat Arun di tepi barat Chao Phraya,, perahu akan menepi dan akan menunggu kami lebih kurang 30 menit,,

edit10

kami harus membeli lagi tiket masuk ke Wat Arun,, nama lengkap candi ini adalah Wat Arunratchawararam Ratchaworamahavihara (วัดอรุณราชวรารามราชวรมหาวิหาร),, tak usah mencoba melafalkan bila susah,, biaya masuknya 50 baht per orang,, Arun berarti fajar (berasal dari nama Aruna, Dewa Fajar Mitologi Hindu),, yang bisa dilihat di sini adalah sebuah pagoda bergaya Khmer setinggi 80 meter pada bagian tengah dan 4 pagoda berukuran kecil disekelilingnya,, di sekitar lantai bawah pagoda terdapat berbagai patung tentara Cina kuno dan hewan,, di atas teras kedua terdapat empat patung dewa Hindu Indra yang sedang menaiki Erawan,,

IMG_8000

edit8

edit6

edit7

IMG_8047

IMG_8019

IMG_8027

IMG_8024

IMG_8029

IMG_8030

IMG_8041

kami pun meninggalkan Wat Arun,, pengemudi kapal mengajak kami kembali menelusuri Chao Phraya,, sebelumnya kami tadi sempat membeli makanan ikan,, makanan nya berupa pinggiran roti tawar berwarna coklat,, nah makanan itu akan kami berikan pada ikan-ikan di Chao Phraya yang jumlahnya sangat banyak dan ukurannya besar-besar,,

edit9

setelah puas memberi makan ikan, kami pun diajak kembali menelusuri Chao Phraya,, kondisi sungai ini tak bisa dikatakan bersih,, air nya juga berwarna coklat, hampir mirip dengan sungai di Jakarta,, sesekali juga bisa ditemukan sampah yang mengapung walau tak seajaib Ciliwung,, namun sepanjang perjalanan pemandangannya sangat menarik,,

pengemudi perahu mengantar kami ke sebuah perhentian terakhir,, dari sini kami bisa berjalan kaki menuju Grand Palace,, namun ternyata setelah kami bertanya ke beberapa orang, Grand Palace hanya terbuka bagi pengunjung pada jam-jam tertentu saja dan harus berpakaian sopan karena merupakan tempat tinggal Raja Thailand,, kami melihat pakaian kami sendiri, dan terdiam,, *sialan, kenapa kagak browsing dulu ya tadi,,*

tanpa dosa kami pun melipir mencari tuktuk menuju sebuah candi lainnya,, namanya apa ya,, ah lupaaa,, namanya juga desperado karena batal masuk Grand Palace,, sialnya lagi eeeh ternyata candi yang kami datangi ini sedang dalam tahap renovasi,, *bunuh diri*,, tapi ketika kami hendak mengurungkan niat, seseorang pria berusia 40an memanggil kami dan mengajak kami berkeliling,, dengan sangat bersemangat pria tersebut menceritakan bahwa dirinya diminta pihak kerajaan untuk membantu memimpin proyek renovasi ini,, dia menjelaskan mengenai desain candi,, mengapa warna-warna Thailand identik dengan emas, merah (rubi), biru (saphire) dan hijau (emerald),,  bahkan kami terlibat percakapan menarik saat membahas sejarah Thailand yang dulu dikenal dengan nama Siam,, aku menyukai pria tersebut,, bahkan dia menebak bahwa kami baru menikah,, ia menyarankan suamiku membelikanku blue saphire yang menurutnya berarti : long life, long love and prosperity,, dia pun percaya suatu saat kami akan kembali ke Thailand,, kami mengamini perkataannya,,

edit13

IMG_8182

IMG_8183

tuktuk kami mengarahkan kami ke toko perhiasan di lingkungan kerajaan,, karena ingin mengamini doa pria tadi, kami pun membawa pulang sebuah liontin blue saphire,,

dengan sisa kekuatan yang ada, kami berlanjut ke Pratunam Market,, nah bila ingin membeli oleh-oleh dengan harga yang relatif terjangkau, pasar ini bisa jadi pilihan,, harganya akan sesuai dengan kemampuan menawar kita,, dengan bahasa inggris pas-pasan, maka adegan tawar menawar akan terlihat seperti dua monyet sedang berkelahi,,

Pratunam_Market-Pratunam_Market-20000000001545344-500x375

IMG_4490

perjalanan kami hari pertama sangat melelahkan,, namun kami puas dalam satu hari bisa mengunjungi banyak tempat,, perjalanan hari berikutnya akan kuceritakan di postingan berikutnya ya,, keep reading!

The D-day,,

Standard

Sudah terlalu lama blog ini teronggok,, tidak diperbaharui,,

walau seharusnya memang sudah ditutup, tapi postingan puncaknya justru belum ditulis,, kita mulai ya,,

Hari yang dinantikan sekaligus dikhawatirkan akhirnya datang,, sejak malam tidurku tak nyenyak,, jam 3 pagi harus bangun karena saatnya disanggul dan make up,, tapi jujur yang namanya ngantuk emang udah ga dirasain lagi,, ternyata pemilik salon kurang memanage dengan baik pagi itu,, dy nerima beberapa pengantin, yang mana semuanya harus acara pagi di gereja,, dan akhirnya aku didandanin paling belakangan,, daaaaan endingnya memang semua acara berantai terlambat sampai seharian hahahaha,, sempet bikin panik juga, tapi aku berusaha sok cuek,,

acara pertama disebut marsibuhabuhai,, acara singkat ini intinya memulai hubungan kekerabatan dan awal dari acara pernikahan,, biasanya dilakukan pagi hari sebelum pemberkatan nikah,,  sarapan bersama sekaligus mempelai laki2 menjemput mempelai perempuan,,

IMG_7434

IMG_7423

lalu rombongan pun berlanjut ke gereja,, untuk memulai sakramen pernikahan,,

IMG_7449

IMG_7482

IMG_7513

Sebelum sakramen dimulai, di kantor gereja dilakukan catatan sipil dulu,, prosesnya sebentar kok,, mungkin hanya 10-15 menit,,

acara sebenarnya pun dimulai,, perasaanku gak karuan, tapi aku berusaha tenang dan memberikan senyum terbaikku,, walaupun di sudut otakku, aku sibuk memikirkan songket yang sudah tidak pada tempatnya karena tadi duduk di mobil, atau muka yang mulai berminyak,, tapi sudahlah,, yang terjadi terjadilah,, kami siap memulai ibadah,,

IMG_7545

IMG_7548

IMG_7556

IMG_7567

IMG_7583

IMG_7584

IMG_7595

IMG_7600

IMG_7614

IMG_7643

IMG_7655

walaupun ibadah berjalan cukup lama, tapi aku puas dan lega,, karena rasanya acara adat tekanan mentalnya tak akan seberat sakramen pernikahan,,

usai sesi foto2 di gereja, kami pun melaju ke gedung resepsi,, di sana sudah cukup banyak tamu yang menunggu dalam kondisi kelaparan hahahaha,, karena memang kami cukup terlambat dari jam yang seharusnya,,

acara adat dilakukan di lantai dasar, sedangkan resepsi nasional diadakan di lantai 1,,

edit1

edit2

edit3

edit4

IMG_7703

IMG_7706

IMG_7709

IMG_7714

IMG_7765

IMG_7783

IMG_7790

IMG_7853

IMG_7897

seluruh rangkaian acara berakhir kira2 jam stengah 7 malam,, letih bercampur lega,, selesai sudah,, walaupun banyak hal yang tidak bisa kita nikmati sepenuhnya,, misal kita gak bisa benar-benar berinteraksi dengan tamu2 nasional karena harus mengikuti acara adat,, begitupun di acara adat, untuk batak amatir seperti aku ini memang sulit memahami semua pesan-pesan yang diberikan sepanjang acara,, tapi percayalah semuanya itu pasti baik tujuannya kan,, tips : tetap tatap mata orang yang berbicara ke kita, senyum dan angguk2kan kepala sedikit,,

oh ya, aku baru tahu kalau ternyata senyum lama-lama itu bisa bikin kram pipi,, horor juga kalau tamunya lebih dari seribu dan kita salamin satu2 dengan senyum total,, tapi itulah yang aku alami, alhasil pipi ini sakiiiiiiiit,,

hehehehe,,

acara selesai,, rasanya ploooong,, setelah tinggal 3 malam di medan, kami pun berlanjut ke bangkok untuk bulan madu,, aku tulis di postingan berikutnya ya,,

 

 

blog ini mendekati akhirnya,,

Standard

ya blog ini nampaknya menunggu waktu untuk diakhiri,, seharusnya lebih banyak yang bisa kutumpahkan di sini,, tapi entahlah, perasaan tak karuan secara psikologis nampaknya memang lebih sulit untuk dideskripsikan dalam bentuk kata-kata,,

sekarang aku sudah di Medan, tiga hari lagi adalah puncak segalanya,, aku diinapkan di salah satu penginapan bersama dengan adik perempuanku,, nanti satu hari jelang hari h, kakak dan kakak iparku serta adik laki-lakiku akan menyusul,, oleh orang tuaku, kami sengaja diinapkan di sini dan bukan di rumah opung dengan alasan supaya lebih nyaman, tidak tercampur dengan hiruk pikuk ramainya saudara-saudara yang akan tumpah ruah di ruah opung,, lebih nyaman untuk istirahat dan perawatan,,

sampai beberapa hari terakhir ini, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan,, aku baru mencetak foto-foto untuk frame-frame yang sudah kami siapkan sebelumnya, belum lagi mematangkan rencana dengan fotografer dan video-shooter plus dekorasi,, buku acara pun masih dalam proses koreksi,,

pada dasarnya aku perfeksionis, rasanya banyak hal yang ingin aku kerjakan sendiri hingga benar, pantaslah kalau calon suamiku sendiri mengatakan aku sulit mempercayai orang lain dalam hal delegasi pekerjaan,, tapi nampaknya aku mulai sampai pada titik ikhlas,, hahahaha,, iya benar,, ikhlas,, aku berpikir ini adalah peristiwa seumur hidup yang tak akan terulang lagi,, ini bagian dari rencana Tuhan untukku bisa mendapatkan kebahagiaanku, bersamanya, pria yang Tuhan pilihkan,, aku tak mau lagi terlalu dipusingkan dengan segala tetek bengek acara dan printilannya,, aku mau wajah calon suamiku memenuhi benakku sepanjang Sabtu nanti,, tak peduli apakah penari di gereja nanti terpeleset, atau paduan suara bernyanyi tak sesuai latihan,, mataku tak akan memelototi dekorasi-dekorasi tempat resepsi atau mengkoreksi mc bila berimprovisasi dluar batas kewajaran,, sudahlah,,

aku bukan panitia,, aku bukan wedding organizer,, aku justru tokoh utama hari itu,,
aku harus nampak cantik dan bersinar,, memandang penuh cinta dan sebaliknya,,

tarik napas,, nikmatilah sisa masa lajangmu, feby,,

tersenyumlah,,

dan blog, bersiaplah untuk sampai pada halaman terakhirmu,, :))

 

 

souvenir diangkut ke rumah,,

Standard

wuhuuuuu jelang keberangkatan ke medan, masih ada aja pe-er yang harus diselesaiin,

setelah berkali-kali molor dan ngaret, akhirnya hari ini souvenirnya jadi,, jam 6 sore aku diminta merapat ke Pasar Tebet Barat,, semua sudah di pak rapi dalam 2 dus besar dan 1 dus kecil,, total 1000 pcs,, weeeeeww,,

dengan polosnya aku bertanya : beratnya berapa pak?

bapaknya pun lempeng berucap : dus yang besar ini satu nya 40 kg,,

–___–  mmm aku pesen souvenir apa gula pasir ya?

dengan bobot puluhan kilo seperti itu, aku langsung menyetop taxi untuk mengantarku dan souvenir2 ini ke rumah,,

perjalanan pulang jujur agak horor, karena supir taxinya ngantuk,, bahkan 3 kali tertidur pas macet,, kalau ga inget bawa dus segede gajah, mungkin aku udah milih turun,,

akhirnya dengan restu Tuhan, aku tiba dengan selamat di rumah,, sebelum taxinya pergi aku berpesan : istirahat dulu pak, jangan nyetir kalau ngantuk,,

nah pe-er berikutnya, gimana cara bawa barang2 ini ke Medan? aku mencoba memindahkan souvenir2 ini ke dalam kardus air mineral paling ternama,, satu kardus memuat 75 buah saja,, kalau mau bawa sekitar 450 buah, brarti akan ada 6 kardus,, heloooow ngalahin TKW,, ternyata ya itulah kesulitan nyetak souvenir bukan di kota berlangsungnya acara pernikahan,,