kursus persiapan perkawinan,,

Standard

pada bagian awal blog ini, aku menceritakan bahwa aku dan Bang Crimson berbeda agama,, aku Protestan dan Bang Crimson Katolik,, pada dasarnya dari segi kepercayaan tak banyak jauh berbeda, namun tradisi gereja memang cukup berbeda,,

sebagian besar isi postingan ini adalah pendapat subjekif pribadi, boleh berbeda pendapat, silakan,,

akhirnya kami mengambil kesimpulan untuk melakukan pemberkatan di Medan, di gereja St. Maria Ratu Rosario Medan,, sebenarnya bila diberkati dengan aku tetap memeluk Protestan bisa2 saja,, tapi akhirnya aku memilih untuk belajar agama Katolik,, agar tak ada dualisme dalam keluarga kami nantinya,,

banyak yang bertanya bagaimana perasaanku ketika memutuskan belajar agama Katolik,, aku sebenarnya cukup santai,, karena bagiku, bukan agamaku yang nantinya menentukan apakah aku masuk sorga atau neraka,, akan bersama Bapa atau tidak,, bukan agama yang menentukan,, tapi iman dan perbuatan kita,,

pada dasarnya aku cukup paham dasar-dasar Katolik, karena aku sekolah di sekolah Katolik selama 11 tahun,, mulai TK sampai SMP,, jadi tak banyak kesulitan bagiku untuk memahami materi pelajaran,, aku belajar sekali seminggu sebanyak 2 sesi dalam 1 pertemuan,, idealnya ada 20 pertemuan, tapi karena aku cukup terlambat, jadi aku harus ekstra keras mengejar target, atau kalaupun nanti tidak selesai, aku harus melanjutkan lagi setelah menikah,,

satu hal tentang Katolik yang bisa kuucapkan di awal-awal pelajaran adalah : ribet!

yah memang tradisi gereja Katolik jauh lebih kompleks, dengan segala aturan, lambang dan sejarah panjang,, namun akhirnya aku pelan2 belajar untuk melihat esensi dari masing2 perlambang dan menghayatinya,, sifatku yang grabak-grubuk memang terkadang kurang sabaran, but i’m trying,,

sambil masih belajar agama, aku pun harus juga mengikuti kursus persiapan perkawinan sebanyak 2 pertemuan,, untuk dekenat Bekasi, diadakan satu kali kursus setiap bulannya,, lokasinya berganti-gantian,, bulan september ini aku kebagian di Paroki St Leo Agung Jatibening,,

ketika hari kursus aku melihat peserta berkisar 40-50 orang,, dan 95 persen datang berpasang-pasangan,, hanya 3 orang yang single fighter,, termasuk aku!! Bang Crimson juga mengikuti kursus di hari yang sama di Medan,,

beberapa materi disampaikan oleh Pastur, jemaat ataupun pembicara lain sesuai kompetensinya,, mulai dari masalah hukum dan moral perkawinan Katolik, persiapan menjadi orang tua, seksualitas penikahan sampai pengaturan keuangan keluarga,,

yang membuat nyesek adalah pasangan2 itu bisa mengikuti kelas berdua, makan snack berdua, makan siang berdua sambil bertatapan mesra, mengikuti kelas sembari colek2an, ngantuk berdua, bikin tugas berdua dan pulang pergi bersama,, aaaaaahh,, aku iri!

tapi sudahlah,, hidup harus terus berjalan,, kursus harus selesai,, sertifikat harus di tangan,,

besok adalah hari kedua kursus, aku memetik pelajaran dari kursus hari ini,, pagi hari sebelum berangkat usahakan minum kopi karena kursus 8 jam itu benar2 menguras kesadaran dan membangkitkan kantuk,,

 

 

dan ketika aku nyaris selesai mengetik postingan ini, aku sadar bahwa aku punya PR kursus yang harus dibawa besok,,

 

aaaaaarrrrgghh,,

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s