dinikmati saja,, sekali seumur hidup,,

Standard

huwaaaa,, rasanya bisa gilak ya kalau sering-sering nikah,, hahahaha,,

kemarin seorang teman di kantor bilang : nikah itu cukup sekali aja ya,, rempooong bokk,,

hari ini jujur rasanya bener-bener butek,, kebetulan aku hari ini mendapat jatah libur, karena hari liburku ada yang terpakai untuk tugas keluar kota,, aku pun memilih hari ini untuk memesan undangan ke Pasar Tebet Barat. Seharusnya aku pergi dengan mamaku karena juga termasuk memesan undangan adat, jadi lebih baik orang tua yang memilih undangan sesuai selera,, tapi naasnya tadi siang mama membatalkan dengan alasan kurang tidur dan ada tamu yang akan datang,, karena tidak mau menunda lebih lama lagi, aku pun melanjutkan misi memesan undangan yang sudah sangat mepet waktunya,,

dengan gaya sok asik dan sok ngerti jalan, aku berangkat menuju Tebet,, dari Bekasi aku naik mikrolet 58 via Tol Jatibening sampai Cawang, dari Cawang aku memilih lanjut naik ojek,, bayar 15 ribu selesai perkara!

sampai di Pasar Tebet Barat, toko yang kuincar luar biasa padatnya,, beberapa wanita siap nikah sedang berjibaku dengan draft undangan mereka sebelum siap naik cetak,, untuk memulai bertanya harga dan model saja rasanya tak akan ada yang menggubrisku,, #ngok

aku pun keluar dari toko itu dan berkeliling, lalu memilih acak toko yang ada, yang dari luar terlihat punya cukup banyak contoh undangan yang dijejer,, pencarianku pun berakhir di toko Kartu Media,, dengan cepat langsung kutanya contoh undangan adat batak, kupilih dengan cepat satu model dan kutanya harganya bila mencetak 250 lembar,, memang aku tak mencetak banyak untuk undangan adat karena acara diadakan di Medan, dan saudara atau kerabatku tidak banyak yang ada di sana,, pesta di pihak Bang Crimson,, ternyata harganya cukup masuk akal untuk pesanan sesedikit itu,, 7000 dengan ukuran besar, amplop full, pakai kertas kalkir,, tak ada kesulitan bagiku menentukan warna,, aku pun sudah membawa draft isi undangan+ayat alkitab+foto yang akan dipakai,,

setelah merasa cukup tenang dengan undangan adat, aku pun kontan bertanya tentang bisakah mereka membuat notes sebagai souvenir,, mereka pun memberikan beberapa contoh,, aku memilih bentuk notes isi 100 lembar, spiral samping, hardcover, cover cetak foto berwarna, bagian dalam diberi garis-garis dan ada shadow foto yang sama di pojok kanan bawah,, untuk 1000 pieces harganya deal 7000 rupiah,, aku sempat menelepon Bang Crimson karena harganya di atas budget kami,, tadinya kami hanya menganggarkan 5000 rupiah untuk 1200 pieces,, tapi akhirnya kesepakatan dicapai,, souvenir beres!

bentuk contoh notes nya kira-kira seperti ini :

aku melirik jam dan menyadari hari sudah semakin sore,, sanggupkah aku keluar dari toko ini dan mencari random lagi utk undangan nasional di medan? hmmm rasanya tidak,, mataku pun liar mencari model yang kira2 sesuai dengan yang pernah aku dan Bang Crimson sepakati (tapi di toko sebelah),, hahaha,, di tahap inilah kepalaku benar2 pusing,,

aku ambil satu undangan berbentuk landscape, warna violet,, aku ingin ada logo ‘the wedding’ di covernya,, untuk warnanya aku bingung,, bagusan silver atau gold ya? mmmm,, kertas dalamnya bagusan krem, violet muda atau peach ya? amplopnya bagusan violet tua atau violet muda atau sama dengan cover ya? amplopnya masukin dari kanan, kiri atau bawah ya?  aaarrrgghh,, help!!

aku bener2 ga ada temen diskusi kecuali mas-mas tukang undangannya,, berkali-kali aku menelepon Bang Crimson untuk minta saran walau aku tau ga akan banyak artinya,, otakku buntu tapi harus ada keputusan,,

aku pun berjibaku, jungkir balik menggabung2kan beberapa undangan,, ukurannya pakai undangan yg ini, tapi buka samping, warnanya kayak undangan yang ini tapi vektor2 yang itu ga dipake, warna kertasnya ini, jangan hurup besar smua gini fontnya, logonya dbikin agak heboh tapi jangan lebay, amplopnya full aja tapi warnanya yang ini, fotonya pake yang ini tapi cetak item putih aja bla bla bla,, hasilnya harga 8500 untuk 250 pieces,,

mereka berjanji untuk kirimkan draft nya via email hari rabu ini,, jadi aku bisa lihat dan revisi mana yang mau dirubah,, via email cukup efektif karena aku tak akan bisa mampir ke Tebet di hari kerjaku,, eslain itu emailnya juga bisa kuforward langsung ke Bang Crimson,,

semoga hasilnya bagus, aku tak punya banyak waktu untuk berlama-lama merubah model dan desainnya karena sudah terlalu mepet,, mereka menjanjikan semuanya selesai 3-4 minggu setelah draftnya disetujui,,

keluar dari Pasar Tebet Barat, aku seperti orang linglung,, kepalaku penuh,, saking ga bisa mikir, aku malah menelepon Bang Crimson sambil jalan kaki sampai Gatot Subroto,, dan voilaaaaa aku menjumpai deretan mobil dan motor yang padat bangeeet,, aku lupa hari ini hari jumat,, karena belum siap menghadapi kemacetan, aku pun melangkah ke KFC terdekat dan makan malam sambil menjernihkan pikiran,,

sangat sangat sulit merancang pernikahan dengan kondisi berbeda kota,, banyak hal yang butuh pemikiran berdua, tapi tak bisa dilakukan,, hal-hal kecil pun rasanya perlu didiskusikan,, fiiiiuuuhhhh,,

tapi beberapa teman sering mengatakan : dinikmati aja, sekali seumur hidup,,

kalimat itu terus terngiang di kepalaku, sembari berdiri di pintu bus non AC menuju Cawang dan pulang ke rumah,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s