kebaya oh kebaya,,

Standard

kisah menemukan kebaya ini susah-susah gampang,, dari beberapa bulan lalu, aku udah ngubek-ngubek banyak majalah kebaya dan browsing-save gambar kebaya-kebaya modern,, banyak yang bagus,, rasanya pengen semuanya,, cantik-cantik,, waaaa,,

salah satu majalah yang aku suka jadikan referensi adalah majalah Kebaya in Style,, modelnya ga murahan, elegan dan anggun,, beberapa foto kebaya yang aku muat di postingan sebelumnya, aku ambil dari facebook Kebaya in Style, dengan memuat nama perancangnya,, maknyuss pokoknya,,

tempat yang aku tuju untuk mencari bahan kebaya adalah Pasar Baru, berjejer pedagang kebaya bisa kita temukan,, sampe kadang ga inget lagi ‘yang ini ada di mana-harganya berapa’,, lupa saking banyaknya,, tapi yang jelas dari harga murah jongkok-jongkok sampe harga selangit ada di sana,,

aku mencari bahan kebaya warna gold dan songket merah marun,,

dua kali aku ke Pasar Baru, kunjungan pertama berhasil nemuin songket,, beli di Istana Pasar Baru,, ada beberapa toko songket di sana,, lumayan susah nyari songket yang pas, karena aku pengennya songket yang panjang, jadi ga perlu disambung lagi bagian atasnya,,
akhirnya berhasil nemu yang pas, di kisaran harga lebih dari 2 juta rupiah,, sebenarnya kalau masih pengen lebih banyak pilihan, bisa melipir ke Senen,, konon di sana kaya pilihan, tapi aku belum sampai ke sana, mungkin nanti songket mamaku akan dibeli di sana,,

kunjungan kedua baru berhasil nemuin bahan kebaya yang pas, bahan semi Prancis warna gold,, katanya kalau bahannya Prancis, agak terlalu berat kalau payetnya heboh paripurna,, jadi mending yang semi Prancis aja,, harganya tergolong murah, tak apa,, karena bakal dipotong-potong motifnya untuk ditumpuk-tumpuk,, belinya di Mumbay Tekstil,, bahan kebaya untuk kakak dan adikku juga dibeli di sana,,

aku belum bisa masukin gambarnya, karena kemarin ga ingat sama sekali untuk foto hahaha,,

perjalanan berlanjut ke Pasar Sunan Giri, Rawamangun untuk mencari penjahit,, akhirnya berlabuh ke penjahit langganan,, aku request model kebaya yang lehernya agak coak, aku ga suka kebaya berleher tinggi karena selain kelihatan gerah dan penuh, beresiko tersangkut dengan sanggul nantinya,,

kebayanya berwarna gold dengan bordir-bordir minimalis warna marun, agar senada dengan songket,, di bagian bahu kiri ada bunga berwarna gold dengan tepian bordir marun,, panjang kebaya sebetis dengan taburan payet setengah full agar tak terlalu berat,,

huff,,

aku deg-degan menantikan hasil kerja pejahit ini,, kalau bagus, nanti aku publish namanya, sekalian promosi,,

untuk songket tidak aku jahitkan di sana, karena ada kenalan yang bisa menjahitkan songket, dan waktunya lebih fleksibel karena tidak cuti lebaran,, hehehe,,

diperkirakan bulan september aku bisa fitting,,

*gambar menyusul ya, brooh,,*šŸ™‚

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s